Minggu, 06 Februari 2022

JENIS JENIS LOBSTER AIR TAWAR

Dalam usaha budi daya lobster air tawar, ada tiga spesies lobster yang bisa dikembangbiakkan secara ekonomis, baik sebagai udang hias maupun udang konsumsi. Ketiga lobster itu umumnya berasal dari Australia, yakni lobster air tawar capit merah atau redclaw (Cherax gudricarinatus), yabbie (Cherax destructor), dan marron (Cherax tenuimatus).


1. Lobster Air Tawar Capit Merah

Lobster air tawar capit merah (redclaw) merupakan salah satu spesies endemik dari kelompok udang yang pada awalnya hidup di sungai, rawa, atau danau di kawasan Oueensland di Australia, Warna dominan lobster jenis ini hijau kemerahan, Bagian atas capitnya memiliki pola garis merah yang tajam, terutama pada induk jantan yang telah berumur lebih dari empat bulan. Karena itulah, lobster ini dikenal dengan nama redclaw atau si capit merah. Seluruh permukaan capit redclaw memiliki duri-dui kecil berwarna putih. Telurnya berwarna kuning kemerahan dan memiliki masa pengeraman selama 32—35 hari dengan suhu air 24—30”C.


Si capit merah ini dapat hidup dan berkembang pada kisaran suhu 15—35? C. Meskipun demikian, suhu ideal yang paling tepat untuk hidup dan berkembang biak adalah 24-30? C, Sementara itu, kandungan oksigen di dalam air untuk lobster ini minimum 3 ppm, pH 6-8, dan kadar amonia maksimum 1 ppm.


2. LobsterAir Tawar Yabbie 

Lobster air tawar yabbie merupakan salah satu spesies yang menyebar luas di danau atau sungai yang terletak dj wilayah tropis hingga subtropis di beberapa negara bagian Australia, seperti Melbourne, Adelaide, Alice Spring, Victoria dan Townsville. Di wilayah-wilayah tersebut, jenis lobster mi banyak menempati perairan kaya oksigen, tumbuhan, dan Substrat berlumpur atau berpasir.

Yabbie memiliki toleransi yang tinggi terhadap konsentrasi oksigen terlarut, yakni 0,5 ppm. Yabbie bisa hidup pada kisaran suhu air 8—30” C. Namun, metabolisme tubuh, nafsu makan, dan pertumbuhannya menjadi rendah jika dipelihara dalam wadah dengan suhu air kurang dari 160 C. Kisaran suhu paling baik bagi pertumbuhan yabbie adalah 20—250 C. Biasanya, yabbie menjadi induk saat berumur 6-7 bulan. Bobot maksimum yabbie yang ditemukan di alam mencapai 300—400 gram dengan panjang sekitar 30 cm Yabbie termasuk jenis omnivora, walaupun lobster ini memiliki kecenderungan menyukai makanan yang berasal dari tumbuhan, seperti daun dan ranting pohon yang jatuh ke perairan. Lobster air tawar yabbie biasanya dibudidayakan dengan memanfaatkan air di bendungan-bendungan atau dam. Kebiasaan lain dari yabbie adalah mampu membuat tempat perlindungan dengan cara menggali lubang di dasar perairan hingga kedalaman 2 meter. Sering kali, hal ini menjadi faktor yang mempersulit pembudidaya, terutama yang menggunakan kolam tanah.


3. Lobster Air Tawar Marron

Lobster jenis marron lebih cocok dibudidayakan di daerah subtropis, karena asalnya memang dari daerah subtropis (Australia). Jenis lobster ini bisa mati jika suhu air yang digunakan untuk pemeliharaan melebihi 309 C. Marron bisa tumbuh besar hingga mencapai berat 500-2.000 gram. Selain itu, lobster jenis ini tidak bisa berubah warna dari warna biru ke warna lain, meskipun diberi perlakuan berbeda dan tempat hidupnya diubah. Lobster yang panjangnya bisa mencapai 38 cm ini menghendaki suhu ideal 15-22” C dan pH 7,2—8,5 Lobster marron tepatnya berasal dari bagian barat Australia. Saat ini, lobster marron sudah mulai menyebar ke selatan, terutama di Pulau Kanguru. Pada dasarnya, lobster air tawar marron lebih cocok dibudidayakan di daerah subtropis, karena memang asalnya dari Australia yang memiliki iklim subtropis. Di Australia, marron bisa dibudidayakan secara semi-intensif dengan kolam buatan, Sementara itu, lobster air tawar yang biasanya dijadikan sebagai lobster hias di akuarium adalah jenis lobster dari Papua. Beberapa koleksi yang pernah dimiliki dan dibudidayakan penulis adalah Super Red Papua, Destructor, Red Crawfish, Purple Lorentzi, Orange Lorentzi, Black Tiger, Blue Brick, Blue Moon, Cherax Monticola, dan Cherax Lorentzi. Pecinta lobster di luar negeri biasanya menyukai lobster hias yang berukuran kecil, yakni sekitar 2 inci (5 cm). Warna merah pada lobster hias lebih disukai, meskipun warna biru juga tidak sedikit penggemarnya.